Senin, 29 Februari 2016

PERAN KEBUDAYAAN
Perusahaan-perusahaan yang mengandalkan budaya Negara asalnya yang sudah tidak asing lagi untuk bersaing dalam pasar yang baru dapat membahayakan kesuksesan internasionalnya. Tentusaja, hamper semua segi bisnis suatu perusahaan internasiona ltermasuk negoisasi kontrak, operasi produksi, keputusan pemasaran, dan kebijakan manajemen sumber daya manusia mungkin akan dipengaruhi variasi-variasi budaya. Budaya bahakan dapat member keunggulan atau kelemahan bersaing bagi perusahaan-perusahaan.

1. Karakteristik Kebudayaan

Kebudayaan adalah kumpulan nilai, kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dansikap yang membedakan suatu masyarakat dari yang lainnya. Beberapa karakteristik kebudayaan perlu diperhatikan karena mempunyai relevansi dengan bisnis internasional:
·      Kebudayaan mencerminkan perilaku yang dipelajari (learned behavior) yang ditularkan dari satu anggota masyarakat yang lainnya.
·         Unsur- unsure kebudayaan saling terkait (interrelated)
·    Kebudayaan sanggup menyesuaikandiri (adaptive), artinya kebudayaan berubah sesuai dengan kekuatan- kekuatan eksternal yang mempengaruhi masyarakat tersebut.
·      Kebudayaan dimiliki bersama (shared) oleh anggota- anggota masyarakat tersebut dan tentu saja menentukan keanggotaan masyarakat itu. Orang-orang yang sama-sama memilikisuatu kebudayaan adalah anggota suatu masyarakat; orang- orang yang tidak memilikinya berada diluar batas- batas masyarakat itu


2. Unsur-unsur Kebudayaan

           Kebudayaan suatu masyarakat menentukan bagaimana anggota-anggotanya berkomunikasi dan beinteraksi satu sama lain. Unsur-unsur dasar kebudayaan (terlihat pada gambar 4.1) adalah struktur sosial, bahasa, komunikasi, agama, dan nilai-nilai serta sikap. Interaksi unsur-unsur ini mempengaruhi lingkungan lokal yang merupakan tempat bisnis internasional. 
Individu, Keluarga, dan Kelompok. Semua masyarakat manusia melibatkan individu-individu yang hidup dalam satuan-satuan keluarga dan bekerja sama satu sama lain dalam kelompok-kelompok.
Stratifikasi Sosial. Berbagai masyarakat berbeda-beda dalam tingkat stratifikasi sosialnya. Semua masyarakat mengelompokkan orang-orang dalam batas tertentu berdasarkan kelahiran pekerjaan, tingkat pendidikannya, atau ciri-ciri lainnya.
Mobilitas Sosial. Adalah kemampuan individu berpindah dari suatu strata masyarakat strata lainnya. Mobilitas sosial cenderung akan lebihtinggi dalam masyarakat yang kurang terstratifikasi.

  • Bahasa

Bahasaa dalah cerminan utama kelompok-kelompok budaya karena bahasa merupakan sarana penting yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain. Para pakar telah mengidentifikasi sekitar 3.000 bahasa yang berbeda dan sebanyak 10.000 dialek yang berlainan di seluruh dunia.
Sebagai Senjata Bersaing. Ikatan-ikatan bahasa sering menciptakan keunggulan bersaing yang penting karena kemampuan berkomunikasi sangat berperan penting dalam menjalankan transaksi bisnis.
Bahasa Perantara. Untuk menjalankan bisnis, para pelaku bisnis internasional harus mampu berkomunikasi. Bahasa Inggris telah munculmenjadi bahasa umum yang dominan, atau bahasa perantara (lingua franca) bisnis internasional.
Terjemahan. Beberapa perbedaan bahasa dapat diatasi melalui penerjemahan. Dalam hal ini, penerjemah harus peka dengan hal-hal kecil dalam konotasi kata-kata dan berfokus pada penerjemahan gagasan, bukan kata-kata itu sendiri.

  • Komunikasi


Komunikasi di luar batas budaya, secara verbal maupun nonverbal adalah suatu keahlian yang sangat penting bagi para manajer internasional.
Komunikasi Nonverbal. Komunikasi nonverbal ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, intonasi, kontak mata, posisi tubuh, dan postur tubuh.
Pemberian Hadiah dan Keramah tamahan. Pemberian hadiah dan keramah tamahan adalahalat komunikasi yang penting dalam banyak budaya bisnis. Misalnya, etiket bisnis Jepang mengaharuskan keramah tamahan yang sangat murah. Makanan yang sangat lengkap dan hiburan setelah jam kerja berguna untuk membangun ikatan-ikatan pribadi dan keharmonisan kelompok di antara peserta.

  •  Agama

Agama adalah aspek penting kebanyakan masyarakat. Agama mempengaruhi bagaimana cara anggota-anggota masyarakat berhubungan satu dengan yang lain dan dengan pihak luar. Agama membetuk sikap yang dimiliki pemeluknya terhadap pekerjaan, konsumsi, tanggung jawab individu, dan perencanaan untuk masa depan. Dampak agama terhadap bisnis internasional berbeda-beda dari Negara kenegara yang bergantung pada sistem hukum negara tersebut, homogenitas keyakinan agamanya, dan toleransinya terhadap pandangan-pandangan agama lain.

  •  Nilai dan Sikap

Nilai adalah prinsip dan standar yang diterima anggota-anggota tersebut, sedangkan sikap terdiri atas tindakan, perasaan, dan pemikiran yang dihasilkan nilai-nilai tersebut. Sikap budaya terhadap faktor-faktor seperti waktu, umur, pendidikan, dan status mencerminkan nilai-nilaiini dan pada gilirannya membentuk perilaku dan kesempatan yang tersedia bagi bisnis-bisnis internasional dalam suatu negara tertentu.

3. PendekatanKonteks-Rendah-Konteks-Tinggi Hall
Dalam budaya konteks-rendah (low context culture), kata-kata yang dipakai pembicara secara eksplisit menyampaikan pesan pembicara tersebut kepada pendengarnya. Dalam buday akonteks-tinggi (high-context culture), kontek sterjadinya pembicaraan tersebutakan sama pentingnya dalam memahami apa yang sedang dikomunikasikan.
Perilaku bisnis dalam budaya konteks-tinggi sering berbeda dari perilaku bisnis dalam budaya konteks-rendah. Budaya konteks-tinggi memberikan nilai yang lebih tinggi pada hubungan antar-priba didalam menentukan apakah akan menyetujui suatu kesepakatan bisnis. Sedangkan budaya konteks-rendah lebih mementingkan ketentuan-ketentuan khusus suatu transaksi.


4. PendekatanKelompokBudaya
Pendekatan kelompok budaya adalah teknik lain dalam mengklasifikasi dan memahami budaya-budaya nasional. Antropolog, sosiolog, dan para sarjana bisnis internasional telah menganalisa faktor-faktor seperti kepuasan kerja, perankerja, dan hubungan antar-pribadi di tempat kerja dalam upaya untuk mengenal kelompok-kelompok negara yang memiliki nilai-nilai budaya serupa yang dapat mempengaruhi praktik bisnis internasional. Banyak pebisnis internasional secarana luriah menggunakan pendekatan kelompok budaya di dalam merumuskan strategi-strategi internasionalisasi mereka.
5. Lima Dimensi Hofstede
Individualisme
Kepentingan-kepentingan individu didahulukan
ORIENTASI SOSIAL
Relatif pentingnya kepentingan-kepentingan individu vs. kepentingan kelompok
Kolektivisme
Kepentingan-kepentingan kelompok didahulukan
Hormat terhadap Kekuasaan
Kekuasaan melekat dalam posisi seseorang dalam suatu hierarki
ORIENTASI KEKUASAAN
Kepatutan kekuasaan/wewenang dalam organisasi
Toleransi Kekuasaan
Individu menilai kekuasaan dari segi persepsi tentang keadilannya atau kepentingan-kepentingan pribadinya sendiri
Penerimaan Ketidak pastian
Tanggapan positif terhadap perubahan dan kesempatan-kesempatan baru
ORIENTASI KETIDAKPASTIAN
Tanggapan emosional terhadap ketidak pastian dan perubahan
Penghindaran Ketidak pastian
Lebih menyukai struktur dan rutinitas yang konsisten
Perilaku Agresif
Menghargai pemilikan materi, uang, dan ketegasan
ORIENTASI  SASARAN
Apa yang memotivasi orang untuk mencapai tujuan yang berbeda
Perilaku Sasaran Pasif
Menghargai relevansisosial, kualitas hidup, dan kesejahteraan orang lain
PandanganJangkaPanjang
Menjunjung tinggi dedikasi, kerja keras, dan sikap hemat
ORIENTASI WAKTU
Sejauh mana anggota-anggota suatu budaya mempunyai pandangan jangka panjang atau jangka pendek terhadap pekerjaan dan kehidupan
PandanganJangkaPendek
Menjunjung tinggi tradisi, kewajiban-kewajiban sosial
6. Manajemen Internasional dan Perbedaan Budaya
    Memahami Budaya-budayaBaru.
Ketika berhadapan dengan budaya baru, banyak pebisnis internasiona lmelakukan kesalahan dengan mengandalkan criteria acuan pribadi (self-reference criterion), yaitu penggunaan tanpa sadar budaya sendiri seseorang untuk membantu menilai lingkungan-lingkungan baru.Pelaku bisnis internasional yang berhasil yang bepergian keluar negeri harus ingat bahwa mereka adalah orang asing dan harus mencoba bersikap sesuai dengan aturan-aturan budaya yang berlaku. Ada sejumlah cara untuk memperoleh pengetahuan tentang budaya-budaya lain guna mencapai kecakapan lintas budaya (cross cultural literacy).
Kecakapan lintas budaya adalah langkah pertama dalam akulturasi, yaitu proses di mana orang-orang bukanhanya memahami budaya asing, namun juga mengubah dan menyesuaikan perilaku mereka guna menjadikannya lebih sesuai dengan budayatersebut. Akulturasi sangat berperan penting bagi manajer Negara pendatang yang sering berinteraksi dengan penduduk negara tujuan. Misalnya, manajer pabrik dari negaraasa lataudirektur pemasaran yang bekerja di Negara asing pada anak perusahaan di luar negeri.



Lingkungan Hukum
Suatu perusahaan dalam negeri harus mengikuti hukum dan kebiasaan negara asalnya. Bisnis internasional menghadapi tugas yang lebih rumit. Perusahaan itu harus menaati bukan hanya undang-undang negaranya sendiri tetapi juga undang-undang semua negara tujuan tempat beroperasinya. Hukum negara asal maupun hukum negara tujuan dapat sangat mempengaruhi cara perusahaan-perusahaan Internasional menjalankan bisnisnya. Contohnya, beberapa perusahaan internet telah memilih untuk menempatkan usahanya diluar RRC karena peraturan-peraturan yang tampaknya diterapkan dengan sewenang-wenang oleh pemerintahnya.
Kekuatan Hukum
    Kekuatan hukum yang dihadapi bisnis Internasional sangat rumit karena bisnis dipengaruhi oleh berbagai undang-undang dan peraturan yang dibuat oleh negara bagian/ daerah, negara maupun organisasi internasional.
    Pemerintah yang stabil dan adanya sistim pengadilan yang baik diperlukan untuk menjamin lingkungan kondusif bagi pelaku bisnis.
Bentuk hukum internasional
     Hukum internasional publik: hubungan hukum antar pemerintah,termasuk hubungan diplomatik, dan segala hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban suatu negara berdaulat
    Hukum internasional privat/swasta:hukum transaksi antar individu dan perusahaan yang melalui batas Negara
E. Kekuatan Hukum Nasional di Beberapa Negara
1) Lingkungan Hidup
a) Perbedaan dalam Sistem Hukum
b) Hukum yang Berorientasi Ke dalam Negeri
c) Hukum langsung mempengaruhi Transaksi bisnis
d) Hukum yang ditujukan ke Perusahaan –perusahaan Asing
e) Dampak perusahaan Multinasional terhadap Negara Tujuan
f) Penyelesaian Sengketa dalam Bisnis Internasional
2) Lingkungan Teknologi
3) Lingkungan politik
Kekayaan intelektual : Semua Hasil Dari Penerapan Intelektual Seseorang
    Paten adalah suatu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada penemu suatu produk atau proses untuk membuat, mengexploitasi, menggunakan dan menjual penemuan atau proses tersebut .
    Nama dagang adalah rancangan dan nama suatu produk yang digunakan oleh para pedagang atau pabrikan dan biasanya terdaftar secara resmi.
    Hak cipta ialah hak yang sah yang diberikan kepada penulis,komposer, pencipta perangkat lunak, artis dan penerbit untuk mempublikasikan dan menjual karya mereka.
    Rahasia dagang ialah informasi tentang bisnis yang dirahasiakan.
    Spionase industri: usaha sebuah perusahaan untuk mencuri rahasia dagang perusahaan lain. Hal ini adalah suatu tindakan pidana yang dapat dihukum berbagai negara dengan denda atau kurungan.
Kekuatan Hukum Pada Suatu Negara Tertentu
PERPAJAKAN
    Tujuan utama pajak tertentu tidak harus meningkatkan pendapatan negara tetapi untuk meredistribusikan pendapatan , menghimbau masyarakat untuk mengurangi atau tidak mengkonsumsi produk tertertentu dan mendorong masyarakat agar lebih banyak mengkonsumsi produk dalam negeri daripada produk luar negri.
    Jumlah pajak yang dibayarkan disesuaikan besarnya dengan penghasilan pembayar pajak serta memperhatikan reprositas berdasarkan perjanjian perpajakan atau tax treaty yang berlaku khususnya bagi wn asing. Tujuan tsb untuk memberi tekanan politik dan ekonomi pada pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas pembuatan peraturan pajak dan pemungutannya.
·          Perbedaan dalam Sistem Hukum
Sistem hukum nasional sangat berbeda-beda karena alas an-alasan sejarah, budaya, politik dan agama. Tatanan hukum, peran pengacara, beban pembuktian, hak atas peninjauan kembali dan tentu saja undang-undang itu sendiri berbeda-beda dari negara ke negara.
Ø  Hukum  Anglo Saxon
Hukum Anglo-Saxon (common law) adalah fondasi sistem hukum di Inggris dan bekas koloni-koloninya termasuk AS, Kanada, Australia, India, Selandia Baru, Barbados, Saint Kitts, dan Nevis, dan Malaysia. Hukum Anglo-Saxon didasarkan pada kebijakan kumulatif putusan-putusan para hakim  tentang masing-masing perkara sepanjang sejarah.
Ø  Hukum Kontinental
Hukum Kontinental (civil law) didasarkan pada suatu kodifikasi atau daftar lengkap tentang apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan. Salah satu perbedaan penting antara hukum Anglo-Saxon dan hukum continental tampak jelas dalam peran hakim dan pengacara.
Ø  Hukum Agama
Hukum Agama didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang diciptakan secara resmi yang mengatur iman dan praktik suatu agama tertentu. Suatu negara yang menerapkan hukum agama untuk tindakan perdata dan pidana disebut teokrasi.
Ø  Hukum Birokratis
Sistem hukum dinegara-negaara komunis dan kediktatoran sering digambarkan sebagai hukum birokratis. Hukum Birokratis adalah apa saja yang dikatakan para birokrat, tanpa mempedulikan hukum formal negara tersebut.
  •   Hukum yang berorientasi ke Dalam Negeri
Hukum negara-negara tempat bisnis internasional dijalankan memegang peran utama dalam menciptakan peluang-peluang yang tersedia bagi perusahaan. Beberapa diantara hukum ini terutama dirancang untuk mengatur lingkungan ekonomi dalam negeri. Hukum seperti itu mempengaruhi segala segi usaha dalam negeri suatu perusahaan. Pengelolaan tenaga kerjanya (undang-undang rekrutmen, kompensasi, dan hubungan tenaga kerja), pembiayaan usaha-usahanya (undang-undang surat berharga, perbankan, kredit), pemasaran produk-produknya (undang-undang periklanan, distribusi dan perlindungan konsumen), dan pengembangan serta penggunaan teknologi (undang-undang paten, hak cipta dan merek dagang).
  •   Hukum Langsung mempengaruhi Transaksi Bisnis
Suatu negara mungkin akan berupaya mengajak negara kedua untuk mengubah kebijakan yang tidak diinginkan dengan menerapkan sanksi- larangan perdagangan dengan negara tersebut. Sanksi dapat mengambil berbagai bentuk, seperti larangan akses ke barang-barang berteknologi tinggi, penarikan perlakuan tariff istimewa, pemboikotan barang-barang negara tersebut, dan penolakan pinjaman baru.
Embargo sanksi menyeluruh terhadap perdagangan dengan negara tetentu dapat diterapkan negara-negara yang bertindak serentak atau sendiri-sendiri. Contohnya, PBB mengembargo semua perdagangan dengan Irak setelah invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990.
  •   Hukum yang ditujukan ke Perusahaan-perusahaan Asing
Sering, ketika pemerintah kiri memperoleh kekuasaan, mereka memilih untuk memindahkan kepemilikan sumber daya sector swasta ke sector pemerintah, suatu proses yang dikenal sebagai nasionalisasi. Yang paling rentan terhadap tindakan-tindakan semacam ini adalah industry yang tidak mudah dipindahkan. Industri-industri paday modal seperti baja, kimia, dan penyulingan minyak. Apabila pemerintah negara tujuan memberikan ganti rugi kepada pemilik swasta atas kerugian mereka, pengalihan tersebut dinamai eksprosiasi (pengambialihan). Apabila pemerintah negara tujuan tersebut tidak member ganti rugi, pengalihan tersebut dinamakan konfiskasi (penyitaan).
  •   Dampak Perusahaan Multinasional terhadap Negara Tujuan
Perusahaan yang mendirikan pengoperasiannya diluar perbatasan negara asalnya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan politik, ekonomi, sosial dan budaya negara tujuan tempat perusahaan tersebut menjalankan usahanya.
Ø  Dampak Ekonomi dan Politik
Perusahaan-perusahaan multinasional mempengaruhi setiap perekonomian local dimana perusahaan tersebut bersaing dan beroperasi. Perusahaan multinasional juga membayar pajak, yang akan menguntungkan perekonomian local dan membantu meningkatkan jasa pendidikan, transportasi da pelayan kota lainnya.
Ø  Dampak Budaya
Perusahaan-perusahaan multinasional juga dapat mempunyai pengaruh besar terhadap budaya yang menjadi tempatnya beroperasi. Ketika perusahaan ini menaikkan standar hidup local dan memperkenalkan produk dan jasa baru yang sebelumnya tidak tersedia masyarakat dalam budaya negara tujuan tersebut mengembangkan norma, standar, dan perilaku yang baru.
·        Lingkungan Teknologi
Dimensi penting lainnya suatu negara adalah lingkungan teknologinya. Fondasi lingkungan teknologi suatu negara adalah bisnis sumber dayanya. Ketersediaan atau ketidaktersediaan sumber daya mempengaruhi produk-produk mana dibuat dinegara tertentu.Negara dapat mengubah atau membentuk lingkungan teknologinya melalui investasi. Sarana lain untuk mengubah lingkungan teknologi suatu negara adalah alih teknologi, yaitu pemindahan teknologi dari satu negara ke negara lain.
Faktor penentu penting lingkungan teknologi suatu negara adalah kemauan perusahaan-perusahaan asing mengalihkan teknologi kepada negara tersebut. Tingkat perlindungan yang ditawarkan undang-undangnya bagi hak kekayaan intelektual (hak cipta, merek dagang, nama merek).
·        Lingkungan Politik
Elemen lingkungan politik yang relevan adalah peranan pemerintah dalam perekonomian , ideologi ekonomi dan politik, hubungan internasional, dan hubungan antara pemerintah dan bisnis pada umumnya. Para ahli politik biasanya melihat pada variabel lainya karena mereka berminat terhadap perilaku politik dan organisasi menurut pengertian harfiahnya, bukannya bagaimana kaitan semua faktor itu dengan kegiatan bisnis. Lingkungan politik telah diakui sebagai faktor penting dalam banyak keputusan bisnis internasional.
Bagian penting setiap keputusan bisnis adalah menilai lingkungan politik dimana suatu perusahaan menjalankan usaha.
Kekuatan Politik
     Kekuatan Ideologi-ideologi
    Nasionalisme,terorisme
    Kekerasan tradisional
     Pemerintah yang tidak stabil
    Organisasi Internasional
    BUMN
    Perusahaan internasional yang besar sendiri dapat merupakan kekuatan politik karena sudah dapat mengatur atau ikut serta dalam mengambil keputusan mengeluarkan anggaran, atau menjual jasa/produknya terutama kepada negara yang mempunyai asset atau fasilitas besar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi.
Beberapa ideology yang dianut negara-negara didunia
a. Kapitalisme
    Sistem ekonomi dimana alat produksi dan distribusi sebagian besar dimiliki dan dioperasikan oleh swasta untuk keuntungan pribadi. Pemerintah kapitalis hanya membatasi fungsinya dengan menangani fungsi yang tidak dapat ditangani oleh swasta spt pertahanan nasional, polisi, pemadam kebakaran, dan pelayanan umum lainnya.
b. Komunisme
    Pengambilalihan atau expropriation kepada kepemilikan asing sering dilakukan dengan tidak memberi kompensasi secara penuh atau tidak sama sekali (disita).
    Dewasa ini komunis telah hancur, akibat sistim yang terlalu menekankan pada pemerintah atau militer dan mengabaikan kepentingan konsumsi rakyat banyak.
c. Sosialisme
     Paham sosialis menganjurkan kepemilikan atau pengawasan pemerintah produksi, distribusi dan pertukaran yang pokok. Keuntungan bukan merupakan tujuan utama.
    Contoh di Inggris, Perancis, Spanyol, Yunani, Jerman. Negara yang kurang maju menjalankan faham sosialisme karena umumnya kekurangan modal, teknologi, keahlian, manajemen dan buruh.
d. Konservatif
    Keinginan untuk meminimalkan kegiatan pemerintah dan memaksimalkan kepemilikan swasta dan bisnis sayap kanan posisi konservatif yang lebih extrim.
e. Liberal
    Keinginan seseorang atau sekolompok orang atas pemerintah untuk lebih banyak terlibat dalam sebagian besar aspek kegiatan manusia (ekonomi, kepemilikan dan pengaturan usaha.)
Nasionalisme
Pengabdian kepada bangsa, aspirasi atau kepentingan bangsa atau kepentingan politik dan ekonomi serta tradisi sosial dan budaya sendiri.
Terorisme.
Terorisme adalah tindakan kekerasan melawan hukum yang dikaitkan alasan tertentu termasuk menggulingkan pemerintah, menuntut pembebasan rekan yang dipenjara, pembalasan kesalahan nyata dan khayalan, dan menghukum orang-orang yang tidak menganut agama teroris tsb.
Kekerasan Tradisional
• Pertentangan yang sudah menahun/kronis diantara suku,ras,agama,ideologi atau negara2.
• Contoh Arab-israel
o Pertentangan suku Hutus dan Tutsi di Rwanda (1994) dan Burundi (1990)
o Tamil-Sinhala di Srilangka
o Di bekas Yugoslavia: Kroasia, Serbia, Bosnia
Stabilitas pemerintah
    Pemerintah stabil apabila ia dapat mempertahankan kekuasaannya sendiri dan jika kebijaksanaan fiskal, moneter, dan politik dapat diramalkan, dan tidak terkena perubahan radikal. Sedangkan instabilitas adalah adanya perubahan kebijaksanaan yang tidak dapat diprediksi dan tiba-tiba.
 Risiko Politik
Bisnis-bisnis internasional yang berpengalaman terjuan dalam penilaian risiko politik (political riskassesment), suatu analisis sistematis tentang risiko-risiko politik yang dihadapinya dinegara-negara asing. Risiko politik adalah perubahan-perubahan dalam lingkungan yang mungkin akan membawa pengaruh yang merugikan terhadap nilai kegiatan-kegiatan bisnis suatu perusahaan. Kebanyakan risiko politik dibai menjadi tiga kategori :
Ø  Risiko kepemilikan, dimana harta kekayaan suatu perusahaan terancam oleh penyitaan atau pengambilalihan
Ø  Risiko pengoperasian, dimana operasi suatu perusahaan yang sedang berjalan dan atau keselamatan karyawan-karyawannya terancam oleh perubahan-perubahan hukum, standar lingkungan, undang-undang perpajakan, terorisme, pemberontakan bersenjata, dll
Ø  Risiko transfer, dimana pemerintah melakukan campur tangan dalam kemampuan suatu
      perusahaan memindahkan dana ke dan dari negara tersebut.
Risiko makropolitik mempengaruhi semua perusahaan di suatu negara.
Risiko mikropolitik hanya menimpa suatu atau beberapa perusahaan tertentu dalam industri tertentu.

Sebagai pusat pendidikan dan bisnis, Malaysia menyambut ribuan mahasiswa internasional setiap tahunnya.


Jenis Institusi

Semua pendidikan tinggi dikontrol oleh Menteri Pendidikan Malaysia. Di Malaysia terdapat institusi pendidikan negeri dan swasta, dimana pemerintah mensubsidi hampir 60% pendidikan tinggi Malaysia.

College dan University College
College/kolese di Malaysia mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan di universitas, baik melalui program persiapan (foundation) atau bridging course.

University college adalah institusi independen yang tidak memiliki status universitas, tetapi berhak memberikan gelar sarjana yang sama dengan didapatkan dari universitas.

University

Universitas negeri dan swasta menawarkan berbagai kualifikasi tingkat sarjana dan pascasarjana. Di Malaysia juga terdapat 8 kampus cabang dari universitas luar negeri seperti Inggris, Irlandia dan Australia, yang menawarkan program gelar dan transfer kredit nilai.

 

Jenjang Pendidikan


Sarjana

Gelar sarjana (Bachelor) di Malaysia biasanya berdurasi 3-5 tahun. Program sarjana di institusi swasta disampaikan dalam Bahasa Inggris, dan di beberapa institusi negeri, perkuliahan disampaikan dalam Bahasa Melayu.

Mahasiswa harus menyelesaikan paling sedikit 120 kredit untuk bisa mendapatkan gelar Bachelor. Selain jurusan utama (major), mahasiswa juga bisa memilih jurusan konsentrasi minor. Misalnya mahasiswa dapat memilih jurusan International Business dengan konsentrasi minor di e-commerce. Akan tetapi ketentuan dapat berbeda-beda antar tiap universitas.

Yang dimaksud dengan jurusan ‘major’ adalah bidang studi yang dipilih untuk menjadi fokus studi. Untuk memenuhi kredit nilai, mahasiswa harus memenuhi kuota mata kuliah yang di tentukan. Jurusan ‘minor’ adalah fokus sekunder dari bidang studi bersangkutan. Mahasiswa juga harus memenuhi kuota yang ditentukan, tetapi jumlah kuota ini lebih sedikit daripada jurusan ‘major’. ‘Minor’ tidak diwajibkan. Mahasiswa boleh memilih minor jika memang ada bidang pelajaran yang diminati. Tetapi jika tidak, juga tidak akan mempengaruhi kelulusan.

Beberapa universitas memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengambil gelar tambahan Honours (Hons) sebagai bagian dari gelar Bachelor mereka. Persyaratannya berbeda antara setiap program kuliah. Pada umumnya memerlukan prestasi akademis yang tinggi dan tambahan waktu kuliah satu tahun. Di tahun tambahan tersebut, mahasiswa akan diminta untuk melakukan tugas penelitian dan atau menulis tesis.
 
Pascasarjana
Program pascasarjana ditawarkan untuk tingkat Master dan Doktoral, melalui jalur pembelajaran, disertasi atau penelitian, dan/atau menyelesaikan tesis. Struktur program pascasarjana Malaysia mirip dengan Inggris dan Australia. Mahasiswa akan menghadiri kelas kuliah, seminar, tutorial, workshop dan penilaian yang sama dengan perkuliahan sarjana.

Program Master di Malaysia berdurasi dari 1-5 tahun. Sedangkan PhDs memerlukan waktu 4 tahun. Kebanyakan program pascasarjana disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Twinning programme

Twinning programme yang paling populer di Malaysia adalah ‘2+1’, dimana mahasiswa kuliah 2 tahun pertama di Malaysia, dan 1 tahun terakhir dapat diselesaikan di Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, Perancis atau Jerman.

Jika mahasiswa ingin kuliah di Amerika, mereka dapat memilih program ‘2+2’, dimana mereka kuliah 2 tahun pertama di Malaysia dan 2 tahun di Amerika.

Selain itu juga terdapat program ‘3+0’, dimana mahasiswa berkuliah 3 tahun di Malaysia dan tetap mendapatkan gelar dari universitas luar negeri. Misalnya Monash University Malaysia memberikan gelar Bachelor yang sama dengan yang diterima dengan mahasiswa yang berkuliah di Australia, bagi mahasiswa yang mengambil program ‘3+0’ di Malaysia. Jadi, mahasiswa dapat mendapatkan gelar Australia dengan berkuliah di Malaysia.

Yang unik dari Twinning Programme adalah mahasiswa membayar biaya kuliah universitas Malaysia sepanjang perkuliahan Sarjana.

Baca lebih lanjut tentang Twinning Programme di Malaysia


Kalender Akademis Malaysia

Kalender akademis Malaysia berbeda-beda antara institusi. Misalnya di Universiti Teknologi Malaysia, satu tahun dibagi menjadi 2 semester: Semester pertama (September – Pertengahan Januari) dan Semester kedua (akhir Febuari – akhir Agustus/awal September). Ujian akhir berlangsung 3 minggu, diadakan pada akhir Desember/pertengahan Januari dan pertengahan hingga akhir Juni.


Kebudayaan Akademis

Pendidikan tinggi di Malaysia sangat internasional. Gaya pengajaran dan lingkungan akademis dipengaruhi oleh banyak kebudayaan (yang menjadi salah satu kelebihan dari kuliah di Malaysia).

Pada umumnya, kebudayaan akademis Malaysia mirip dengan Inggris, dimana mahasiswa diharapkan untuk independen dan mengatur perkembangan akademis mereka sendiri.  Akan tetapi, sebagai negara Asia, walau mahasiswa diharapkan untuk memiliki opini sendiri, berani menyampaikan opini mereka, cara komunikasi perlu diperhatikan. Mahasiswa tetap disarankan untuk mematuhi etika, tata krama dan menghormati yang lebih senior.


Merasa cocok dengan sistem pendidikan di Malaysia,  
mulai cari program kuliah di Malaysia  sekarang juga

;;

By :
Free Blog Templates