Senin, 29 Februari 2016
PERAN KEBUDAYAAN
Perusahaan-perusahaan yang mengandalkan budaya
Negara asalnya yang sudah tidak asing lagi untuk bersaing dalam pasar yang baru
dapat membahayakan kesuksesan internasionalnya. Tentusaja, hamper semua segi bisnis
suatu perusahaan internasiona ltermasuk negoisasi kontrak, operasi produksi,
keputusan pemasaran, dan kebijakan manajemen sumber daya manusia mungkin akan dipengaruhi
variasi-variasi budaya. Budaya bahakan dapat member keunggulan atau kelemahan bersaing
bagi perusahaan-perusahaan.
1. Karakteristik Kebudayaan
Kebudayaan adalah kumpulan nilai,
kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dansikap yang membedakan suatu masyarakat dari
yang lainnya. Beberapa karakteristik kebudayaan perlu diperhatikan karena mempunyai
relevansi dengan bisnis internasional:
· Kebudayaan mencerminkan
perilaku yang dipelajari (learned behavior) yang ditularkan dari satu
anggota masyarakat yang lainnya.
·
Unsur- unsure kebudayaan
saling terkait (interrelated)
· Kebudayaan sanggup menyesuaikandiri (adaptive), artinya kebudayaan berubah sesuai
dengan kekuatan- kekuatan eksternal yang mempengaruhi masyarakat tersebut.
· Kebudayaan dimiliki bersama (shared) oleh anggota- anggota masyarakat tersebut dan tentu saja menentukan
keanggotaan masyarakat itu. Orang-orang yang sama-sama memilikisuatu kebudayaan
adalah anggota suatu masyarakat; orang- orang yang tidak memilikinya berada diluar
batas- batas masyarakat itu
2. Unsur-unsur Kebudayaan
Kebudayaan
suatu masyarakat menentukan bagaimana anggota-anggotanya berkomunikasi dan beinteraksi
satu sama lain. Unsur-unsur dasar kebudayaan (terlihat pada gambar 4.1) adalah struktur
sosial, bahasa, komunikasi, agama, dan nilai-nilai serta sikap. Interaksi unsur-unsur
ini mempengaruhi lingkungan lokal yang merupakan tempat bisnis internasional.
Individu,
Keluarga, dan Kelompok. Semua masyarakat
manusia melibatkan individu-individu yang hidup dalam satuan-satuan keluarga dan
bekerja sama satu sama lain dalam kelompok-kelompok.
Stratifikasi Sosial.
Berbagai masyarakat berbeda-beda dalam
tingkat stratifikasi sosialnya. Semua masyarakat mengelompokkan orang-orang
dalam batas tertentu berdasarkan kelahiran pekerjaan, tingkat pendidikannya,
atau ciri-ciri lainnya.
Mobilitas Sosial.
Adalah kemampuan individu berpindah
dari suatu strata masyarakat strata lainnya. Mobilitas sosial cenderung akan lebihtinggi
dalam masyarakat yang kurang terstratifikasi.
- Bahasa
Bahasaa dalah cerminan utama kelompok-kelompok budaya
karena bahasa merupakan sarana penting yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk
berkomunikasi satu sama lain. Para pakar telah mengidentifikasi sekitar 3.000
bahasa yang berbeda dan sebanyak 10.000 dialek yang berlainan di seluruh dunia.
Sebagai Senjata Bersaing.
Ikatan-ikatan bahasa sering menciptakan
keunggulan bersaing yang penting karena kemampuan berkomunikasi sangat berperan
penting dalam menjalankan transaksi bisnis.
Bahasa Perantara.
Untuk menjalankan bisnis, para pelaku
bisnis internasional harus mampu berkomunikasi. Bahasa Inggris telah munculmenjadi
bahasa umum yang dominan, atau bahasa perantara (lingua franca) bisnis internasional.
Terjemahan. Beberapa perbedaan bahasa dapat diatasi melalui penerjemahan.
Dalam hal ini, penerjemah harus peka dengan hal-hal kecil dalam konotasi
kata-kata dan berfokus pada penerjemahan gagasan, bukan kata-kata itu sendiri.
- Komunikasi
Komunikasi di luar batas budaya, secara verbal maupun
nonverbal adalah suatu keahlian yang sangat penting bagi para manajer internasional.
Komunikasi
Nonverbal. Komunikasi nonverbal
ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, intonasi, kontak mata, posisi tubuh,
dan postur tubuh.
Pemberian Hadiah
dan Keramah tamahan. Pemberian hadiah
dan keramah tamahan adalahalat komunikasi yang penting dalam banyak budaya bisnis.
Misalnya, etiket bisnis Jepang mengaharuskan keramah tamahan yang sangat murah.
Makanan yang sangat lengkap dan hiburan setelah jam kerja berguna untuk membangun
ikatan-ikatan pribadi dan keharmonisan kelompok di antara peserta.
- Agama
Agama adalah aspek penting kebanyakan masyarakat.
Agama mempengaruhi bagaimana cara anggota-anggota masyarakat berhubungan satu dengan
yang lain dan dengan pihak luar. Agama membetuk sikap yang dimiliki pemeluknya terhadap
pekerjaan, konsumsi, tanggung jawab individu, dan perencanaan untuk masa depan.
Dampak agama terhadap bisnis internasional berbeda-beda dari Negara kenegara
yang bergantung pada sistem hukum negara tersebut, homogenitas keyakinan agamanya,
dan toleransinya terhadap pandangan-pandangan agama lain.
- Nilai dan Sikap
Nilai adalah prinsip dan standar yang diterima anggota-anggota
tersebut, sedangkan sikap terdiri atas tindakan, perasaan, dan pemikiran yang
dihasilkan nilai-nilai tersebut. Sikap budaya terhadap faktor-faktor seperti waktu,
umur, pendidikan, dan status mencerminkan nilai-nilaiini dan pada gilirannya membentuk
perilaku dan kesempatan yang tersedia bagi bisnis-bisnis internasional dalam suatu
negara tertentu.
3. PendekatanKonteks-Rendah-Konteks-Tinggi Hall
Dalam budaya konteks-rendah (low context culture), kata-kata yang
dipakai pembicara secara eksplisit menyampaikan pesan pembicara tersebut kepada
pendengarnya. Dalam buday akonteks-tinggi (high-context
culture), kontek sterjadinya pembicaraan tersebutakan sama pentingnya dalam
memahami apa yang sedang dikomunikasikan.
Perilaku bisnis dalam budaya konteks-tinggi
sering berbeda dari perilaku bisnis dalam budaya konteks-rendah. Budaya konteks-tinggi
memberikan nilai yang lebih tinggi pada hubungan antar-priba didalam menentukan
apakah akan menyetujui suatu kesepakatan bisnis. Sedangkan budaya konteks-rendah
lebih mementingkan ketentuan-ketentuan khusus suatu transaksi.
4. PendekatanKelompokBudaya
Pendekatan kelompok budaya adalah teknik lain dalam mengklasifikasi
dan memahami budaya-budaya nasional. Antropolog, sosiolog, dan para sarjana bisnis
internasional telah menganalisa faktor-faktor seperti kepuasan kerja,
perankerja, dan hubungan antar-pribadi di tempat kerja dalam upaya untuk mengenal
kelompok-kelompok negara yang memiliki nilai-nilai budaya serupa yang dapat mempengaruhi
praktik bisnis internasional. Banyak pebisnis internasional secarana luriah menggunakan
pendekatan kelompok budaya di dalam merumuskan strategi-strategi internasionalisasi
mereka.
5. Lima Dimensi Hofstede
|
Individualisme
Kepentingan-kepentingan
individu didahulukan
|
ORIENTASI SOSIAL
Relatif pentingnya
kepentingan-kepentingan individu vs. kepentingan kelompok
|
Kolektivisme
Kepentingan-kepentingan
kelompok didahulukan
|
|
Hormat terhadap Kekuasaan
Kekuasaan melekat
dalam posisi seseorang dalam suatu hierarki
|
ORIENTASI KEKUASAAN
Kepatutan kekuasaan/wewenang
dalam organisasi
|
Toleransi Kekuasaan
Individu menilai
kekuasaan dari segi persepsi tentang keadilannya atau kepentingan-kepentingan
pribadinya sendiri
|
|
Penerimaan Ketidak pastian
Tanggapan positif
terhadap perubahan dan kesempatan-kesempatan baru
|
ORIENTASI KETIDAKPASTIAN
Tanggapan emosional
terhadap ketidak pastian dan perubahan
|
Penghindaran Ketidak pastian
Lebih menyukai
struktur dan rutinitas yang konsisten
|
|
Perilaku Agresif
Menghargai pemilikan
materi, uang, dan ketegasan
|
ORIENTASI SASARAN
Apa yang
memotivasi orang untuk mencapai tujuan yang berbeda
|
Perilaku Sasaran Pasif
Menghargai relevansisosial,
kualitas hidup, dan kesejahteraan orang lain
|
|
PandanganJangkaPanjang
Menjunjung tinggi
dedikasi, kerja keras, dan sikap hemat
|
ORIENTASI WAKTU
Sejauh mana anggota-anggota
suatu budaya mempunyai pandangan jangka panjang atau jangka pendek terhadap pekerjaan
dan kehidupan
|
PandanganJangkaPendek
Menjunjung tinggi
tradisi, kewajiban-kewajiban sosial
|
6. Manajemen Internasional
dan Perbedaan Budaya
Memahami
Budaya-budayaBaru.
Ketika berhadapan dengan budaya baru,
banyak pebisnis internasiona lmelakukan kesalahan dengan mengandalkan criteria acuan
pribadi (self-reference criterion),
yaitu penggunaan tanpa sadar budaya sendiri seseorang untuk membantu menilai lingkungan-lingkungan
baru.Pelaku bisnis internasional yang berhasil yang bepergian keluar negeri harus
ingat bahwa mereka adalah orang asing dan harus mencoba bersikap sesuai dengan aturan-aturan
budaya yang berlaku. Ada sejumlah cara untuk memperoleh pengetahuan tentang budaya-budaya
lain guna mencapai kecakapan lintas budaya (cross
cultural literacy).
Kecakapan lintas budaya adalah langkah pertama
dalam akulturasi, yaitu proses di mana orang-orang bukanhanya memahami budaya asing,
namun juga mengubah dan menyesuaikan perilaku mereka guna menjadikannya lebih sesuai
dengan budayatersebut. Akulturasi sangat berperan penting bagi manajer Negara pendatang
yang sering berinteraksi dengan penduduk negara tujuan. Misalnya, manajer pabrik
dari negaraasa lataudirektur pemasaran yang bekerja di Negara asing pada anak perusahaan
di luar negeri.
Label: Materi Kuliah
Kekuatan Hukum, Teknologi dan Politik Bisnis Internasional
0 komentar Diposting oleh Unknown di 16.40.00
Lingkungan Hukum
Suatu perusahaan dalam negeri harus
mengikuti hukum dan kebiasaan negara asalnya. Bisnis internasional menghadapi
tugas yang lebih rumit. Perusahaan itu harus menaati bukan hanya undang-undang
negaranya sendiri tetapi juga undang-undang semua negara tujuan tempat
beroperasinya. Hukum negara asal maupun hukum negara tujuan dapat sangat
mempengaruhi cara perusahaan-perusahaan Internasional menjalankan bisnisnya.
Contohnya, beberapa perusahaan internet telah memilih untuk menempatkan
usahanya diluar RRC karena peraturan-peraturan yang tampaknya diterapkan dengan
sewenang-wenang oleh pemerintahnya.
Kekuatan Hukum
• Kekuatan hukum
yang dihadapi bisnis Internasional sangat rumit karena bisnis dipengaruhi oleh
berbagai undang-undang dan peraturan yang dibuat oleh negara bagian/ daerah,
negara maupun organisasi internasional.
• Pemerintah yang
stabil dan adanya sistim pengadilan yang baik diperlukan untuk menjamin
lingkungan kondusif bagi pelaku bisnis.
Bentuk hukum internasional
• Hukum
internasional publik: hubungan hukum antar pemerintah,termasuk hubungan
diplomatik, dan segala hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban suatu negara
berdaulat
• Hukum internasional
privat/swasta:hukum transaksi antar individu dan perusahaan yang melalui batas
Negara
E. Kekuatan Hukum Nasional di Beberapa Negara
1) Lingkungan Hidup
a) Perbedaan dalam Sistem Hukum
b) Hukum yang Berorientasi Ke dalam Negeri
c) Hukum langsung mempengaruhi Transaksi bisnis
d) Hukum yang ditujukan ke Perusahaan –perusahaan Asing
e) Dampak perusahaan Multinasional terhadap Negara Tujuan
f) Penyelesaian Sengketa dalam Bisnis Internasional
2) Lingkungan Teknologi
3) Lingkungan politik
1) Lingkungan Hidup
a) Perbedaan dalam Sistem Hukum
b) Hukum yang Berorientasi Ke dalam Negeri
c) Hukum langsung mempengaruhi Transaksi bisnis
d) Hukum yang ditujukan ke Perusahaan –perusahaan Asing
e) Dampak perusahaan Multinasional terhadap Negara Tujuan
f) Penyelesaian Sengketa dalam Bisnis Internasional
2) Lingkungan Teknologi
3) Lingkungan politik
Kekayaan intelektual : Semua Hasil
Dari Penerapan Intelektual Seseorang
• Paten adalah
suatu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada penemu suatu produk atau proses
untuk membuat, mengexploitasi, menggunakan dan menjual penemuan atau proses
tersebut .
• Nama dagang
adalah rancangan dan nama suatu produk yang digunakan oleh para pedagang atau
pabrikan dan biasanya terdaftar secara resmi.
• Hak cipta ialah
hak yang sah yang diberikan kepada penulis,komposer, pencipta perangkat lunak,
artis dan penerbit untuk mempublikasikan dan menjual karya mereka.
• Rahasia dagang
ialah informasi tentang bisnis yang dirahasiakan.
• Spionase
industri: usaha sebuah perusahaan untuk mencuri rahasia dagang perusahaan lain.
Hal ini adalah suatu tindakan pidana yang dapat dihukum berbagai negara dengan
denda atau kurungan.
Kekuatan Hukum Pada Suatu Negara Tertentu
PERPAJAKAN
• Tujuan utama
pajak tertentu tidak harus meningkatkan pendapatan negara tetapi untuk
meredistribusikan pendapatan , menghimbau masyarakat untuk mengurangi atau
tidak mengkonsumsi produk tertertentu dan mendorong masyarakat agar lebih
banyak mengkonsumsi produk dalam negeri daripada produk luar negri.
• Jumlah pajak yang
dibayarkan disesuaikan besarnya dengan penghasilan pembayar pajak serta
memperhatikan reprositas berdasarkan perjanjian perpajakan atau tax treaty yang
berlaku khususnya bagi wn asing. Tujuan tsb untuk memberi tekanan politik dan
ekonomi pada pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas pembuatan peraturan
pajak dan pemungutannya.
·
Perbedaan dalam Sistem Hukum
Sistem hukum nasional sangat berbeda-beda karena alas
an-alasan sejarah, budaya, politik dan agama. Tatanan hukum, peran pengacara,
beban pembuktian, hak atas peninjauan kembali dan tentu saja undang-undang itu
sendiri berbeda-beda dari negara ke negara.
Ø Hukum Anglo Saxon
Hukum Anglo-Saxon (common law) adalah fondasi sistem hukum
di Inggris dan bekas koloni-koloninya termasuk AS, Kanada, Australia, India,
Selandia Baru, Barbados, Saint Kitts, dan Nevis, dan Malaysia. Hukum
Anglo-Saxon didasarkan pada kebijakan kumulatif putusan-putusan para
hakim tentang masing-masing perkara sepanjang sejarah.
Ø Hukum
Kontinental
Hukum Kontinental (civil law) didasarkan pada suatu
kodifikasi atau daftar lengkap tentang apa yang diperbolehkan dan apa yang
tidak diperbolehkan. Salah satu perbedaan penting antara hukum Anglo-Saxon dan
hukum continental tampak jelas dalam peran hakim dan pengacara.
Ø Hukum Agama
Hukum Agama didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang
diciptakan secara resmi yang mengatur iman dan praktik suatu agama tertentu.
Suatu negara yang menerapkan hukum agama untuk tindakan perdata dan pidana
disebut teokrasi.
Ø Hukum Birokratis
Sistem hukum dinegara-negaara komunis dan kediktatoran
sering digambarkan sebagai hukum birokratis. Hukum Birokratis adalah apa saja
yang dikatakan para birokrat, tanpa mempedulikan hukum formal negara tersebut.
- Hukum yang berorientasi ke Dalam Negeri
Hukum negara-negara tempat bisnis internasional dijalankan
memegang peran utama dalam menciptakan peluang-peluang yang tersedia bagi
perusahaan. Beberapa diantara hukum ini terutama dirancang untuk mengatur
lingkungan ekonomi dalam negeri. Hukum seperti itu mempengaruhi segala segi
usaha dalam negeri suatu perusahaan. Pengelolaan tenaga kerjanya (undang-undang
rekrutmen, kompensasi, dan hubungan tenaga kerja), pembiayaan usaha-usahanya
(undang-undang surat berharga, perbankan, kredit), pemasaran produk-produknya
(undang-undang periklanan, distribusi dan perlindungan konsumen), dan
pengembangan serta penggunaan teknologi (undang-undang paten, hak cipta dan
merek dagang).
- Hukum Langsung mempengaruhi Transaksi Bisnis
Suatu negara mungkin akan berupaya mengajak negara kedua
untuk mengubah kebijakan yang tidak diinginkan dengan menerapkan sanksi-
larangan perdagangan dengan negara tersebut. Sanksi dapat mengambil berbagai
bentuk, seperti larangan akses ke barang-barang berteknologi tinggi, penarikan
perlakuan tariff istimewa, pemboikotan barang-barang negara tersebut, dan
penolakan pinjaman baru.
Embargo sanksi menyeluruh terhadap perdagangan dengan negara tetentu
dapat diterapkan negara-negara yang bertindak serentak atau sendiri-sendiri.
Contohnya, PBB mengembargo semua perdagangan dengan Irak setelah invasi Irak ke
Kuwait pada tahun 1990.
- Hukum yang ditujukan ke Perusahaan-perusahaan Asing
Sering, ketika pemerintah kiri memperoleh kekuasaan, mereka
memilih untuk memindahkan kepemilikan sumber daya sector swasta ke sector
pemerintah, suatu proses yang dikenal sebagai nasionalisasi. Yang paling rentan
terhadap tindakan-tindakan semacam ini adalah industry yang tidak mudah
dipindahkan. Industri-industri paday modal seperti baja, kimia, dan penyulingan
minyak. Apabila pemerintah negara tujuan memberikan ganti rugi kepada pemilik
swasta atas kerugian mereka, pengalihan tersebut dinamai eksprosiasi
(pengambialihan). Apabila pemerintah negara tujuan tersebut tidak member ganti
rugi, pengalihan tersebut dinamakan konfiskasi (penyitaan).
- Dampak Perusahaan Multinasional terhadap Negara Tujuan
Perusahaan yang mendirikan pengoperasiannya diluar perbatasan
negara asalnya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan politik, ekonomi,
sosial dan budaya negara tujuan tempat perusahaan tersebut menjalankan
usahanya.
Ø Dampak Ekonomi dan Politik
Perusahaan-perusahaan multinasional mempengaruhi setiap perekonomian
local dimana perusahaan tersebut bersaing dan beroperasi. Perusahaan
multinasional juga membayar pajak, yang akan menguntungkan perekonomian local
dan membantu meningkatkan jasa pendidikan, transportasi da pelayan kota
lainnya.
Ø Dampak Budaya
Perusahaan-perusahaan multinasional juga dapat mempunyai
pengaruh besar terhadap budaya yang menjadi tempatnya beroperasi. Ketika
perusahaan ini menaikkan standar hidup local dan memperkenalkan produk dan jasa
baru yang sebelumnya tidak tersedia masyarakat dalam budaya negara tujuan
tersebut mengembangkan norma, standar, dan perilaku yang baru.
· Lingkungan
Teknologi
Dimensi penting lainnya suatu negara
adalah lingkungan teknologinya. Fondasi lingkungan teknologi suatu negara
adalah bisnis sumber dayanya. Ketersediaan atau ketidaktersediaan sumber daya
mempengaruhi produk-produk mana dibuat dinegara tertentu.Negara dapat mengubah
atau membentuk lingkungan teknologinya melalui investasi. Sarana lain untuk
mengubah lingkungan teknologi suatu negara adalah alih teknologi, yaitu
pemindahan teknologi dari satu negara ke negara lain.
Faktor penentu penting lingkungan
teknologi suatu negara adalah kemauan perusahaan-perusahaan asing mengalihkan
teknologi kepada negara tersebut. Tingkat perlindungan yang ditawarkan
undang-undangnya bagi hak kekayaan intelektual (hak cipta, merek dagang, nama
merek).
· Lingkungan
Politik
Elemen lingkungan politik yang
relevan adalah peranan pemerintah dalam perekonomian , ideologi ekonomi dan
politik, hubungan internasional, dan hubungan antara pemerintah dan bisnis pada
umumnya. Para ahli politik biasanya melihat pada variabel lainya karena mereka
berminat terhadap perilaku politik dan organisasi menurut pengertian harfiahnya,
bukannya bagaimana kaitan semua faktor itu dengan kegiatan bisnis. Lingkungan
politik telah diakui sebagai faktor penting dalam banyak keputusan bisnis
internasional.
Bagian penting setiap keputusan
bisnis adalah menilai lingkungan politik dimana suatu perusahaan menjalankan
usaha.
Kekuatan Politik
• Kekuatan
Ideologi-ideologi
• Nasionalisme,terorisme
• Kekerasan
tradisional
• Pemerintah yang
tidak stabil
• Organisasi
Internasional
• BUMN
• Perusahaan
internasional yang besar sendiri dapat merupakan kekuatan politik karena sudah
dapat mengatur atau ikut serta dalam mengambil keputusan mengeluarkan anggaran,
atau menjual jasa/produknya terutama kepada negara yang mempunyai asset atau
fasilitas besar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi.
Beberapa ideology yang dianut
negara-negara didunia
a. Kapitalisme
• Sistem ekonomi
dimana alat produksi dan distribusi sebagian besar dimiliki dan dioperasikan
oleh swasta untuk keuntungan pribadi. Pemerintah kapitalis hanya membatasi
fungsinya dengan menangani fungsi yang tidak dapat ditangani oleh swasta spt
pertahanan nasional, polisi, pemadam kebakaran, dan pelayanan umum lainnya.
b. Komunisme
• Pengambilalihan
atau expropriation kepada kepemilikan asing sering dilakukan dengan tidak
memberi kompensasi secara penuh atau tidak sama sekali (disita).
• Dewasa ini
komunis telah hancur, akibat sistim yang terlalu menekankan pada pemerintah
atau militer dan mengabaikan kepentingan konsumsi rakyat banyak.
c. Sosialisme
• Paham sosialis
menganjurkan kepemilikan atau pengawasan pemerintah produksi, distribusi dan
pertukaran yang pokok. Keuntungan bukan merupakan tujuan utama.
• Contoh
di Inggris, Perancis, Spanyol, Yunani, Jerman. Negara yang kurang maju
menjalankan faham sosialisme karena umumnya kekurangan modal, teknologi,
keahlian, manajemen dan buruh.
d. Konservatif
• Keinginan untuk
meminimalkan kegiatan pemerintah dan memaksimalkan kepemilikan swasta dan
bisnis sayap kanan posisi konservatif yang lebih extrim.
e. Liberal
• Keinginan
seseorang atau sekolompok orang atas pemerintah untuk lebih banyak terlibat
dalam sebagian besar aspek kegiatan manusia (ekonomi, kepemilikan dan
pengaturan usaha.)
Nasionalisme
Pengabdian kepada bangsa, aspirasi atau kepentingan bangsa atau kepentingan politik dan ekonomi serta tradisi sosial dan budaya sendiri.
Pengabdian kepada bangsa, aspirasi atau kepentingan bangsa atau kepentingan politik dan ekonomi serta tradisi sosial dan budaya sendiri.
Terorisme.
Terorisme adalah tindakan kekerasan melawan hukum yang dikaitkan alasan tertentu termasuk menggulingkan pemerintah, menuntut pembebasan rekan yang dipenjara, pembalasan kesalahan nyata dan khayalan, dan menghukum orang-orang yang tidak menganut agama teroris tsb.
Terorisme adalah tindakan kekerasan melawan hukum yang dikaitkan alasan tertentu termasuk menggulingkan pemerintah, menuntut pembebasan rekan yang dipenjara, pembalasan kesalahan nyata dan khayalan, dan menghukum orang-orang yang tidak menganut agama teroris tsb.
Kekerasan Tradisional
• Pertentangan yang sudah menahun/kronis diantara
suku,ras,agama,ideologi atau negara2.
• Contoh Arab-israel
o Pertentangan
suku Hutus dan Tutsi di Rwanda (1994) dan Burundi (1990)
o Tamil-Sinhala
di Srilangka
o Di bekas
Yugoslavia: Kroasia, Serbia, Bosnia
Stabilitas pemerintah
• Pemerintah stabil
apabila ia dapat mempertahankan kekuasaannya sendiri dan jika kebijaksanaan
fiskal, moneter, dan politik dapat diramalkan, dan tidak terkena perubahan
radikal. Sedangkan instabilitas adalah adanya perubahan kebijaksanaan yang
tidak dapat diprediksi dan tiba-tiba.
Risiko Politik
Bisnis-bisnis internasional yang berpengalaman terjuan dalam
penilaian risiko politik (political riskassesment), suatu analisis sistematis
tentang risiko-risiko politik yang dihadapinya dinegara-negara asing. Risiko
politik adalah perubahan-perubahan dalam lingkungan yang mungkin akan membawa
pengaruh yang merugikan terhadap nilai kegiatan-kegiatan bisnis suatu
perusahaan. Kebanyakan risiko politik dibai menjadi tiga kategori :
Ø
Risiko kepemilikan, dimana harta kekayaan suatu perusahaan terancam oleh
penyitaan atau pengambilalihan
Ø
Risiko pengoperasian, dimana operasi suatu perusahaan yang sedang berjalan dan
atau keselamatan karyawan-karyawannya terancam oleh perubahan-perubahan hukum,
standar lingkungan, undang-undang perpajakan, terorisme, pemberontakan
bersenjata, dll
Ø
Risiko transfer, dimana pemerintah melakukan campur tangan dalam kemampuan
suatu
perusahaan memindahkan dana ke dan dari
negara tersebut.
Risiko makropolitik mempengaruhi
semua perusahaan di suatu negara.
Risiko mikropolitik hanya menimpa
suatu atau beberapa perusahaan tertentu dalam industri tertentu.
Label: Materi Kuliah
Sebagai pusat pendidikan dan bisnis, Malaysia menyambut ribuan mahasiswa internasional setiap tahunnya.
Jenis Institusi
Semua pendidikan tinggi dikontrol oleh Menteri Pendidikan Malaysia. Di Malaysia terdapat institusi pendidikan negeri dan swasta, dimana pemerintah mensubsidi hampir 60% pendidikan tinggi Malaysia.College dan University College
College/kolese di Malaysia mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan di universitas, baik melalui program persiapan (foundation) atau bridging course.
University college adalah institusi independen yang tidak memiliki status universitas, tetapi berhak memberikan gelar sarjana yang sama dengan didapatkan dari universitas.
University
Universitas negeri dan swasta menawarkan berbagai kualifikasi tingkat sarjana dan pascasarjana. Di Malaysia juga terdapat 8 kampus cabang dari universitas luar negeri seperti Inggris, Irlandia dan Australia, yang menawarkan program gelar dan transfer kredit nilai.Jenjang Pendidikan
Sarjana
Gelar sarjana (Bachelor) di Malaysia biasanya berdurasi 3-5 tahun. Program sarjana di institusi swasta disampaikan dalam Bahasa Inggris, dan di beberapa institusi negeri, perkuliahan disampaikan dalam Bahasa Melayu.Mahasiswa harus menyelesaikan paling sedikit 120 kredit untuk bisa mendapatkan gelar Bachelor. Selain jurusan utama (major), mahasiswa juga bisa memilih jurusan konsentrasi minor. Misalnya mahasiswa dapat memilih jurusan International Business dengan konsentrasi minor di e-commerce. Akan tetapi ketentuan dapat berbeda-beda antar tiap universitas.
Yang dimaksud dengan jurusan ‘major’ adalah bidang studi yang dipilih untuk menjadi fokus studi. Untuk memenuhi kredit nilai, mahasiswa harus memenuhi kuota mata kuliah yang di tentukan. Jurusan ‘minor’ adalah fokus sekunder dari bidang studi bersangkutan. Mahasiswa juga harus memenuhi kuota yang ditentukan, tetapi jumlah kuota ini lebih sedikit daripada jurusan ‘major’. ‘Minor’ tidak diwajibkan. Mahasiswa boleh memilih minor jika memang ada bidang pelajaran yang diminati. Tetapi jika tidak, juga tidak akan mempengaruhi kelulusan.
Beberapa universitas memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengambil gelar tambahan Honours (Hons) sebagai bagian dari gelar Bachelor mereka. Persyaratannya berbeda antara setiap program kuliah. Pada umumnya memerlukan prestasi akademis yang tinggi dan tambahan waktu kuliah satu tahun. Di tahun tambahan tersebut, mahasiswa akan diminta untuk melakukan tugas penelitian dan atau menulis tesis.
Pascasarjana
Program pascasarjana ditawarkan untuk tingkat Master dan Doktoral, melalui jalur pembelajaran, disertasi atau penelitian, dan/atau menyelesaikan tesis. Struktur program pascasarjana Malaysia mirip dengan Inggris dan Australia. Mahasiswa akan menghadiri kelas kuliah, seminar, tutorial, workshop dan penilaian yang sama dengan perkuliahan sarjana.
Program Master di Malaysia berdurasi dari 1-5 tahun. Sedangkan PhDs memerlukan waktu 4 tahun. Kebanyakan program pascasarjana disampaikan dalam Bahasa Inggris.
Twinning programme
Twinning programme yang paling populer di Malaysia adalah ‘2+1’, dimana mahasiswa kuliah 2 tahun pertama di Malaysia, dan 1 tahun terakhir dapat diselesaikan di Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, Perancis atau Jerman.Jika mahasiswa ingin kuliah di Amerika, mereka dapat memilih program ‘2+2’, dimana mereka kuliah 2 tahun pertama di Malaysia dan 2 tahun di Amerika.
Selain itu juga terdapat program ‘3+0’, dimana mahasiswa berkuliah 3 tahun di Malaysia dan tetap mendapatkan gelar dari universitas luar negeri. Misalnya Monash University Malaysia memberikan gelar Bachelor yang sama dengan yang diterima dengan mahasiswa yang berkuliah di Australia, bagi mahasiswa yang mengambil program ‘3+0’ di Malaysia. Jadi, mahasiswa dapat mendapatkan gelar Australia dengan berkuliah di Malaysia.
Yang unik dari Twinning Programme adalah mahasiswa membayar biaya kuliah universitas Malaysia sepanjang perkuliahan Sarjana.
Baca lebih lanjut tentang Twinning Programme di Malaysia
Kalender Akademis Malaysia
Kalender akademis Malaysia berbeda-beda antara institusi. Misalnya di Universiti Teknologi Malaysia, satu tahun dibagi menjadi 2 semester: Semester pertama (September – Pertengahan Januari) dan Semester kedua (akhir Febuari – akhir Agustus/awal September). Ujian akhir berlangsung 3 minggu, diadakan pada akhir Desember/pertengahan Januari dan pertengahan hingga akhir Juni.Kebudayaan Akademis
Pendidikan tinggi di Malaysia sangat internasional. Gaya pengajaran dan lingkungan akademis dipengaruhi oleh banyak kebudayaan (yang menjadi salah satu kelebihan dari kuliah di Malaysia).Pada umumnya, kebudayaan akademis Malaysia mirip dengan Inggris, dimana mahasiswa diharapkan untuk independen dan mengatur perkembangan akademis mereka sendiri. Akan tetapi, sebagai negara Asia, walau mahasiswa diharapkan untuk memiliki opini sendiri, berani menyampaikan opini mereka, cara komunikasi perlu diperhatikan. Mahasiswa tetap disarankan untuk mematuhi etika, tata krama dan menghormati yang lebih senior.
Merasa cocok dengan sistem pendidikan di Malaysia,
mulai cari program kuliah di Malaysia sekarang juga
Label: Kuliah
;;
Subscribe to:
Komentar (Atom)
